Beranda > Pemberdayaan Masyarakat > Waspadalah Waspadalah!!!

Waspadalah Waspadalah!!!


Demam Berdarah Dengue

Memasuki akhir Tahun 2010 kondisi cuaca di Indonesia masih belum menentu. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Sri Woro Handayani menyatakan bahwa ancaman perubahan cuaca ekstrim dengan perubahan pola hujan, angin, banjir dan longsor diperkirakan sedikitnya berlangsung hingga Januari 2011.
Menurut Woro perubahan pola cuaca saat ini merupakan bagian dari dampak yang sudah diprediksi sebelumnya dari rangkaian akibat perubahan iklim global.
Di Indonesia hal ini ditandai dengan perubahan pola curah hujan yang makin tinggi dan menyebar, ditambah fenomena petir serta angin puting beliung yang muncul dimana-mana.
Fenomena alam yang seperti ini sangat berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Berbagai penyakit mulai dari flu ringan, batuk, pilek, influenza, infeksi saluran pernafasan, bahkan Demam Berdarah Dengue mulai menerjang.  Khusus untuk yang disebut terakhir telah menjadi salah satu pembunuh masal di Indonesia, termasuk di Kota kita tercinta Cimahi. Tercatat sepanjang 2009, kasus DBD di Cimahi mencapai jumlah 2.026 kasus dengan tujuh dinyatakan orang meninggal dunia.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus DBD pada 2008 yang mencapai sekitar 1.250 kasus dan enam orang dinyatakan meninggal dunia karena DBD. Walaupun demikian, jumlah tersebut belum melebihi kasus DBD yang terjadi pada 2007 di Kota Cimahi.  Saat itu, kasus DBD ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kota Cimahi dengan jumlah 2.373 kasus dan menelan korban jiwa sebanyak 18 orang.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Fitri Manan mengatakan, Sejak Januari hingga Juni 2010, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cimahi mencapai 961 kasus. Dari jumlah tersebut, Kel. Cibeureum, Kec. Cimahi Selatan, menjadi wilayah yang paling sering terjangkit DBD dengan 117 kasus.
Berdasarkan data yang ada di Dinkes Kota Cimahi, kelurahan yang menempati posisi dua untuk kasus DBD adalah Kel. Cibabat, Cimahi Utara, yaitu mencapai 98 kasus dan ketiga Kel. Cigugur Tengah, 95 kasus.
Jika dilihat rata-rata per bulan, jumlah kasus DBD di Kota Cimahi sepanjang 2010 mencapai 150 kasus, masih di atas kasus tahun 2008 (periode yang sama). Jika dibanding tahun 2009 yang per bulannya mencapai 200 kasus, tahun ini tergolong masih rendah.
Ini adalah sebuah realitas bukan deretan angka dan data belaka. Berdiam diri bukan solusi karena bukan tidak mungkin DBD juga akan meyambangi rumah-rumah kita dan merenggut orang-orang yang kita cintai. Oleh karena itu mari bergerak serentak memerangi DBD melalui program gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak PSN) seperti yang telah gencar disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Cimahi.
Jangan tunggu DBD manghampiri, ambil inisiatif dimulai dari lingkungan terkecil. Rumah dan keluarga kita.
Kotanya dapet ADIPURA tapi DBD merajalela. Apa kata dunia?

Referensi : http://antarajawabarat.com, http://www.bbc.co.uk/indonesia

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: